" Banner "

Free Website Hosting

Selasa, 23 Februari 2010

" Jejak kaki "


By : Margaret Fisback Powers
Campbell, San Jose
06 April 2004

Suatu malam aku bermimpi,
berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku,
Melintas di langit gelap babak-babak hidupku,
Pada setiap babak, akau melihat dua pasang jejak kaki,
Yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku,

Ketika babak terakhir terkilas dihadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki di atas pasir,
dan betapa terkejutnya diriku.
Aku sadar bahwa ini terjadi saat hidupku
berada dalam keadaan yang paling menyedihkan.

Hal ini selalu menggangguku,
dan akupun bertanya kepada Tuhan tentang dilemaku ini,
"Tuhan ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu,
Engkau berjanji akan selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku
di sepanjang jalan hidupku.
Namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku,
hanya ada sepasang jejak kaki
Aku benar-benar tidak mengerti
Mengapa ketika aku sangat memerlukan-Mu
Engkau meninggalkan aku."

Ia menjawab dengan lembut, "Anak-Ku, Aku sangat mengasihi-Mu
dan sekali-kali Aku tidak akan pernah membiarkanmu,
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang,
Bila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki,
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku"

Minggu, 21 Februari 2010

" Pentacostal. " (Bag.2)

Disini kita harus mencatat perbedaan konsep yang dimengerti oleh gereja Pantekosta dan Karismatik, mereka menyamakan Kis 2 ini dengan I Kor 12 dan 14. Padahal kedua bagian Alkitab di atas merupakan dua hal yang berbeda. Dalam Kisah Para Rasul karunia bahasa lidah dimengerti oleh orang banyak yang hadir pada waktu itu. Sedangkan bahasa lidah di dalam I Kor 12 dan 14 tidak dapat dimengerti. Kedua, di dalam Kisah Para Rasul bahasa lidah diberikan dalam konteks kesaksian. Sedangkan dalam I Kor 12 dan 14 bahasa lidah untuk membangun diri sendiri. Ketiga Dalam Kisah Para Rasul jelas tidak memerlukan penerjemah sedangkan di dalam I Kor 12 dan 14 membutuhkan penerjemah. Apalagi kita belum tahu dengan pasti apakah bahasa lidah di dalam I Kor 12 dan 14 ini identik dengan bahasa lidah yang ada saat ini. Siapa yang berani memastikan bahwa bahasa lidah yang sekarang digunakan sama dengan bahasa lidah dengan I Kor 12 dan 14.

Pada saat para rasul dan orang-orang percaya berbicara dalam bahasa lain maka beberapa orang menyindir bahwa mereka mabuk oleh anggur. Mendengar kalimat tersebut maka berdirilah Petrus beserta sebelas rasul yang lain. Kemudian Petrus mewakili para murid berkhotbah. Ini dapat dikatakan merupakan khotbah sulung Petrus. Secara homiletika jika kita melihat ayat 14-36 kita menemukan garis besar khotbah yang baik dalam arti ada pendahuluan (ay 14-21), ada isi (21-35) dan konklusi (36). Khotbah tersebut oleh Petrus diberi judul Yesus adalah Kristus. Mengapa? Karena orang-orang Yahudi pada waktu itu masih tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus atau Mesias yang diurapi.

Di dalam bagian pedahuluan, Petrus memperbaiki kekeliruan mereka yang menganggap para rasul dan murid sedang mabuk. Petrus mengatakan bahwa mereka tidak mabuk karena hari baru pukul 9 pagi. Menurut kebiasaan orang Yahudi pada hari raya umat harus berdoa lebih dahulu baru setelah itu makan dan minum. Jadi pada waktu itu masih pagi jadi tidak mungkin mereka mabuk anggur. Lalu apa yang terjadi dengan mereka? Sehubungan dengan hal ini Petrus kemudian mengatakan bahwa hal itu terjadi karena penggenapan nubuatan nabi Yoel 2:28-32 yang menerangkan bahwa Roh Kudus dicurahkan kepada semua orang bukan hanya pada orang orang tertentu saja sebagaimana pada masa PL.

Ayat 21 mengatakan, "Barang siapa berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Ini merupakan ayat terakhir dari nubuatan Yoel yang dikutip oleh Petrus. Kata ‘barang siapa berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Kata Tuhan di dalam kitab Yoel ditulis dengan huruf besar TUHAN. Kata TUHAN disini menunjuk kepada nama Tuhan Pencipta langit dan bumi. Disini kata TUHAN dikaitkan dengan Kristus. Jadi Tuhan di dalam PL sama dengan Kristus di dalam PB. Ayat ini juga mau memberitahukan bahwa keselamatan itu adalah anugerah bukan karena usaha manusia melainkan karena jasa-jasa Kristus. Di dalam ayat 22 juga kita ketahui bahwa keselamatan bukan hanya anugerah melainkan juga sudah direncanakan dan ditentukan oleh Allah sejak kekal. Di dalam ayat 22 jelas bahwa Allahlah yang sudah menentukan lebih dahulu. Sejak kekal, yang kemudian dinyatakan di dalam proses waktu dimana Kristus datang kedalam dunia dengan tanda-tanda. Akhirnya Kristus diserahkan sesuai dengan rencana dan maksud Allah untuk menyerahkan hidupNya mati menggantikan kita yang berdosa (ay 23). Namun Kristus tidak berada selamanya di dalam kubur maka pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati kemudian 40 hari menampakkan diri kepada para murid, para wanita dan para rasul. Akhirnya Kristus naik ke sorga. Pada ayat 36 ini merupakan kesimpulan dari khotbah Petrus. 

Setelah mendengar khotbah Petrus maka orang-orang yang hadir merasa terharu. Kemudian bertanya kepada Petrus apa yang harus mereka perbuat. Petrus mengatakan bahwa mereka harus bertobat dan dibaptis. Maka mereka akan menerima karunia Roh.
Dari kedatangan Roh Kudus ini kita menemukan tiga pelajaran penting. Pertama, pada waktu Roh Kudus hadir mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan bersaksi dengan penuh kuasa. Kedua, Roh Kudus akan membuka telinga yang tuli, mata yang buta, hati yang bebal sehingga mereka dapat mendengar, melihat dan membuka hati mereka untuk Kristus. Ketiga, pada saat Roh Kudus dicurahkan kita melihat adanya kuasa penghakiman yang menghidupkan atau yang mematikan. Ketiga hal inilah yang kita lihat ketika Roh Kudus bekerja di dalam hidup anak-anak Tuhan.